Beranda > Berita > Puluhan Orang, Satu Tujuan : Menghidupkan Budaya Temanggung Lewat Tulisan
Puluhan Orang, Satu Tujuan : Menghidupkan Budaya Temanggung Lewat Tulisan
Admin - Potlote Zan
Rabu, 23 Juli 2025. 12:00 WIB
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Temanggung — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang dimulai Selasa (23/7/2025) di Sasana Bhakti Pustaka (eks Gedung Film 4D). Kegiatan ini akan berlangsung dalam tiga tahap hingga September mendatang dan diikuti oleh 60 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pustakawan, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Acara dibuka dengan laporan panitia penyelenggara oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Niken Lestari, SP. Selanjutnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung, Supriyanto, AP, MM memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek.
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Dalam sambutannya, Supriyanto menekankan pentingnya penguatan literasi lokal. Ia menyebut bahwa indeks literasi Kabupaten Temanggung berada di angka 60,8 atau dalam kategori sedang. “Masyarakat umum mungkin menilai literasi kita rendah, tapi secara kategori sudah masuk sedang. Saya berharap nanti muncul konten yang betul-betul baru dan asli Temanggung, agar bisa menjadi bagian dari branding kabupaten berbudaya,” ujarnya.
Bimtek ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan dosen dan pegiat literasi. Materi pertama disampaikan oleh Wiwik Hartati, S.Pd dari Komunitas Satu Pena dengan tema Pengantar Budaya dan Kearifan Lokal Temanggung. Ia menjelaskan bahwa budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwariskan antar generasi. Ia juga menyoroti pergeseran penggunaan bahasa Jawa di kalangan anak-anak yang cenderung lebih akrab dengan bahasa Indonesia.
Materi kedua mengenai Teknik Penulisan Esai disampaikan oleh Zaidatul Arifah, M.Pd, dosen Bahasa Indonesia INISNU. Ia menyampaikan bahwa ide penulisan dapat digali dari pengalaman sehari-hari, baik yang dilihat maupun didengar. “Penulisan esai bersifat subjektif, dan gaya bahasanya harus menyesuaikan dengan media yang dituju,” jelasnya.
Sesi terakhir diisi oleh Ana Sofiyatul Azizah, S.S., M.Pd, juga dosen Bahasa Indonesia INISNU, dengan topik Penyuntingan Naskah. Ia menyampaikan bahwa penyuntingan penting untuk mempertajam segmentasi, meningkatkan keterbacaan, serta menambah kredibilitas tulisan. “Penulis perlu mengetahui segmen pembacanya agar pesan yang disampaikan tepat sasaran,” ungkapnya.
Acara yang dipandu oleh MC Agung Suryono, S.I.Pust dan dimoderatori oleh Mokhamad Taftazani dari TBM Kelas Teras Temanggung ini merupakan tahap pertama dari tiga rangkaian kegiatan. Tahap kedua berupa penelaahan hasil penugasan penulisan akan digelar 14 Agustus 2025, dan tahap ketiga berupa evaluasi serta finalisasi penulisan dijadwalkan pada 8 September 2025.
#literasimasyarakat #kearifanlokal