Temanggung — Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tembarak menggelar Workshop Leadership Skills yang dirangkaikan dengan Rapat Pleno, Jumat (26/12/2025), di RM Serba Sapi, Wonokerso, Tembarak. Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu dalam Barisan, Berdaya dalam Perubahan” dan dihadiri jajaran pengurus PAC, PC GP Ansor Temanggung, serta unsur Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tembarak.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan tahlil, serta menyanyikan Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars GP Ansor. Sejumlah sambutan disampaikan oleh pengurus di berbagai tingkatan sebagai penguatan arah organisasi.
Dalam sambutannya, Sahabat Agus, Ketua PC GP Ansor Temanggung, menekankan pentingnya konsolidasi kepengurusan dan keberlanjutan kegiatan organisasi. Ia menyoroti adanya tumpang tindih peran dalam kepengurusan PAC yang perlu segera dibenahi secara terbuka dan dewasa.
“Manusia punya keterbatasan, rasa jenuh, dan kebosanan. Maka organisasi harus terus bergerak. Kalau satu kegiatan selesai, buat kegiatan lagi agar tidak diam,” ujar Sahabat Agus. Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan PAC GP Ansor Tembarak sejatinya telah terbentuk sejak 2024 dan perlu memastikan agenda kaderisasi serta konferensi sebagai bentuk evaluasi organisasi tetap berjalan.
Sahabat Agus menambahkan bahwa penguatan ranting menjadi kunci keberlangsungan organisasi. Menurutnya, setiap masa Surat Keputusan (SK) kepengurusan harus diikuti dengan pengajuan dan penghidupan struktur organisasi secara berkelanjutan. “Ansor adalah organisasi yang sudah ada sebelum negara ini berdiri dan masih eksis hingga hari ini. Maka harus dijaga dengan niat yang baik,” tegasnya.
Sementara itu, Sutikno El-Hady, Tanfidziyah MWCNU Tembarak, menyampaikan apresiasi atas semangat kader muda GP Ansor. Ia menyebut pertemuannya dengan generasi muda NU sebagai pengalaman yang luar biasa dan optimistis terhadap masa depan NU dan Ansor di Tembarak.
“Kita perlu koreksi dan lapang dada. Kalau menjadi kader militan, harus legowo menerima kritik. Kritik yang disampaikan hari ini saya lihat sebagai kritik yang membangun,” ungkapnya. Ia juga menyoroti potensi kader muda yang didukung pendidikan dan teknologi untuk membawa organisasi lebih maju. Menurutnya, keberadaan di NU dan Ansor merupakan anugerah, karena yang membutuhkan organisasi adalah kadernya sendiri, bukan sebaliknya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Leadership Skills yang disampaikan oleh Sahabat Didik. Dalam materinya, ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga memimpin diri sendiri.
“Leadership bukan semata-mata soal memimpin, tetapi juga kesiapan untuk dipimpin. Dalam organisasi ada struktur yang jelas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa GP Ansor secara berkelanjutan menyiapkan kader melalui PKD, Diklatsar, dan tahapan kaderisasi lainnya sebagai investasi kepemimpinan masa depan.
Acara ditutup dengan rapat pleno penyampaian program kerja departemen periode 2024–2027, penandatanganan kesepakatan program, serta doa penutup. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan soliditas dan arah gerak PAC GP Ansor Tembarak ke depan.