Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam pengarahan dan pembekalannya menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara Polri dan keluarga besar Nahdlatul Ulama, khususnya GP Ansor dan Banser, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menyebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas kamtibmas, mendukung program pemerintah, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Kapolri juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat dengan persatuan. Di tengah tantangan global, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap solid dan tidak mudah terpecah belah. “Dengan persatuan, bangsa ini mampu merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ke depan, dengan semangat yang sama, kita harus membawa Indonesia melompat menjadi negara maju dan dipandang oleh dunia internasional,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta, menyanyikan Mars Syubbanul Wathan dan Lagu Banser, serta doa penutup. Kehadiran Kapolri dalam pembukaan Diklatsus dan pelatihan ini menegaskan kuatnya kolaborasi Polri dan GP Ansor–Banser dalam menjaga nasionalisme, persatuan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.